Senin, 19 Maret 2012

tugas BK karir


PENGENALAN PROGRAM PENJURUSAN DI SMA

1.      Pendahuluan
Penjurusan diperkenalkan sebagai upaya untuk lebih mengarahkan siswa berdasarkan minat dan kemampuan akademiknya. pelaksanaan penjurusan bagi setiap siswa dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI, untuk penentuan IPA,IPS, dan Bahasa, dilakukan akhir semester 2 (dua) kelas X. Siswa yang mempunyai kemampuan sains dan ilmu eksakta yang baik, biasanya akan memilih jurusan IPA, dan yang memiliki minat pada sosial dan ekonomi akan memilih jurusan IPS, lalu yang gemar berbahasa akan memilih Bahasa.
Pengarahan sejak dini ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa memilih bidang ilmu yang akan ditekuninya di Universitas atau akademi untuk mengarah kepada karir mereka masing-masing. Tetapi penjurusan di tingkat SMA tidak selalu menjamin bahwa seorang siswa akan memilih bidang studi yang sama di Universitas, karena pada kenyataannya banyak siswa program IPA yang memilih jurusan Ekonomi, Politik, Hubungan Internasional, atau siswa jurusan IPS yang memilih program Bahasa. Pemilihan jurusan yang berbeda dengan bidang ilmu yang ditekuni di SMA tersebut adalah wajar, karena usia-usia anak SMA memang belum bisa memastikan karirnya. Jangankan anak SMA, mahasiswa PT pun masih mengalami kebimbangan menentukan karirnya setelah lulus. Yang penting untuk dipikirkan saat ini adalah apakah penjurusan di SMA sudah efektif, terutama jika dipandang dari sudut kepentingan siswa ? Sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003 tentang tujuan pendidikan menengah, ada 2 arahan yaitu mempersiapkan siswa ke jenjang PT, dan untuk terjun ke masyarakat (bekerja).
Penjurusan yang ada di SMA saat ini adalah penjurusan yang mengarah kepada satu tujuan yaitu melanjutkan ke PT. Penjurusan seperti ini memiliki keterbatasan dalam mengantisipasi kondisi siswa, karena alasan tertentu banyak siswa tidak dapat melanjutkan ke PT, dan memilih (terpaksa memilih) untuk langsung bekerja. Dengan kemampuan yang dipersiapkan untuk melanjutkan ke PT, maka wajar jika banyak siswa SMA juga mengalami kesulitan ketika bekerja di masyarakat. Bahkan pekerjaan yang dilakukan barangkali serabutan,dengan prinsip yang penting bekerja.

2.      Pembahasan
Jurusan Manakah yang perlu dipilih?
ketika belajar di SD ataupun SMP kita belum mengenal apa yang dinamakan dengan penjurusan. Kita mengenal program penjurusan baru setelah kita duduk dibangku SMA melalui penjelasan yang disampaikan oleh guru Bimbingan Konseling di SMA. Program  penjurusan bagi peserta didik dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI, untuk penentuan IPA,IPS, Bahasa, dan penilaian dilakukan di akhir semester 2 (dua) kelas X., ini merupakan bentuk dari layanan bimbingan konseling yaitu penempatan dan penyaluran siswa sesuai minat dan bakat serta kemampuan yang dimiliki siswa. Momentum pemilihan jurusan ini bagi siswa adalah fase dimana mereka akan memulai untuk mengarahkan karir mereka sesuai dengan kemampuan serta bakat minat yang mereka inginkan, ada 3 program penjurusan di SMA yang kita kenal, yaitu Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Program Ilmu Bahasa. Memilih jurusan ini bukanlah pekerjaan asal-asalan, misalnya seorang siswa memilih IPA hanya karena menghindari mata pelajaran hafalan atau hanya karena pengaruh dari teman-teman dekat atau pacar, teman atau pacarnya di IPA lantas ia ikut-ikut juga di IPA. Untuk sampai kepada tataran ideal tersebut, kita membutuhkan sebuah metode analisa yang nantinya dapat digunakan untuk membantu kita dalam memperhitungkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keputusan yang akan kita ambil. Salah satu metode yang ditawarkan kepada anda adalah analisis SWOT.
v  SWOT adalah merupakan akronim dari:
S ( Strong )                  :Sesuatu yang menjadi kelebihan / kekuatan diri siswa
W ( Weaknes )            :Sesuatu yang menjadi Kekurangan / Kelemahan diri siswa
O ( Opportunity )        :Sesuatu yang dapat dijadikan suatu penunjang keberhasilan diri siswa
T ( Threat )                  :Sesuatu yang dapat menggagalkan rencana studi siswa
Contoh:
            Siswa T menggunakan metoda analisis SWOT pada saat ia menentukan keputusan untuk memilih jurusan IPS. Aspek-aspek yang ada pada dirinya :
Ø  Potensi kekuatan (Streng);
            -suka pada mata pelajaran Sosial (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah, Geografi)
-hasil belajar semester 1 kelas X termasuk 3 besar
-hasil tes IQ tinggi dengan kemampuan bakat yang mendukung di IPS
            -motivasi belajar tinggi
Ø  Potensi kelemahan (Weeakness)
-tidak menyenangi mata pelajaran Eksakta/menghitung
-hasil belajar untuk pelajaran sosial rendah
Ø  Peluang (Opportunity)
-memiliki fasilitas belajar yang lengkap
-ketersediaan buku-buku penunjang
-adanya dukungan orang tua
-mengikuti jam tambahan pelajaran di luar sekolah
Ø  Potensi ancaman (Threat)
-lingkungan di rumah tidak memungkinkan untuk belajar secara maksimal
            -siswa T tidak pandai memilih teman sehingga kemungkinan terpengaruh    
  untuk belajar sangat kecil.
-sulit untuk menyesuaikan waktu istirahat dengan waktu tambahan pelajaran
Pertimbangan yang digunakan di dalam penjurusan agar factor-faktor “SWOT” yang ada pada diri kita dapat diketahui. Secara umum, hal yang dipertimbangkan untuk pemilihan jurusan adalah:
1.      Prestasi belajar/ nilai rapor
2.      Kemungkinan potensi yang dimiliki (intelegensi, bakat, minat, serta cirri-ciri kepribadian).
3.       Cita-cita / karier
4.       Hasil konsultasi/konseling dengan guru Bimbingan Konseling serta pertimbangan dari Wali Kelas dan juga guru mata pelajaran terkait untuk penguatan.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jurusan:
1.Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Nilai mata pelajaran yang menjadi ciri program ini seperti; fisika, kimia, biologi, matematika, minimal harus sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Kemudian hasil tes psikologi; IQ minimal 100, kemampuan numerical, skolastik, relasi ruang minimal 65 serta memiliki motivasi diri yang tinggi.

2.Pogram Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Didukung dengan mata pelajaran yang menjadi ciri program ini seperti: ekonomi, sosiologi, tata negara, antropologi minimal harus sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Sesungguhnya pada program IPS ini juga dibutuhkan bakat numerical, verbal serta penalaran yang tinggi.
3.Program Bahasa
Untuk program bahasa juga harus di dukung dengan mata pelajaran yang menjadi ciri dari program ini seperti; bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta penambahan bahasa asing lain seperti Jerman atau Bahasa jepang, secara keseluruhan harus minimal sesuai dengan KKM. Terkait masalah hasil tes psikologi pada jurusan ini hendaknya ditunjang dengan kemampuan verbal serta penalaran yang tinggi.
Tetapi seringkali para siswa menganggap bahwa siswa-siswa yang ditempatkan pada jurusan IPA adalah merupakan kumpulan dari anak-anak pintar, sedangkan mereka yang di tempatkan pada jurusan IPS dan Bahasa memiliki kemampuan yang rendah atau di bawah anak-anak IPA. Namun perlu juga di ingat bahwa sebetulnya antara IPA, IPS, Bahasa memiliki karekteristik masing-masing, program yang satu tidak lebih hebat dari program yang lain.
Siswa dapat dijuruskan Program IPA, IPS, dan Bahasa harus mempertimbangkan:
  1. Tes penempatan(Placement test) dengan mengacu pada 4 mata pelajaran: Matematika, Kimia, Geografi dan Ekonomi.
  2. Jumlah Nilai Rapor Semester I Untuk mata pelajaran IPA dan IPS
  3. Jumlah SKHUN SMP untuk Mata pelajaran Matematika dan IPA
  4. Hasil komulatif dari 1,2 dan 3 diperingkat sehingga didapatkan:





Bimbingan Belajar.
CARA BELAJAR YANG EFEKTIF :
Ø  membuat ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
Ø  Rajin mengulang pelajaran. Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.
Ø  Belajar dengan serius dan tekun. Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.
Ø  Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.
Ø  Aktiflah dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.
Ø  Belajar kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.
Ø  Paling efektif jika dilakukan pada waktu subuh dimana suasananya masih tenang hingga bisa lebih kosentrasi dalam memahami pelajaran.
Ø  Usahakan ketika baru bangun tidur jangan langsung belajar, tetapi mencuci muka atau langsung mandi, dan jika beragama islam lakukan sholat subuh terlebih dahulu jangan lupa berdoa agar mendapat ilmu yang bermanfaat.
Ø  Dan lakukan beberapa gerakan badan atau senam kecil seperti menggerak-gerakkan tangan, kaki dan leher secara perlahan agar badan segar. Hal ini agar pikiran mudah menangkap apa yang akan dipelajari karena dgn badan yang segar pikiran mampu mencerna apa yang sedang dipelajari.
Ø  Ciptakan suasana yang kondusif. Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
Ø  Lihat garis besarnya dahulu. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
Ø  Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada.
Ø  Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
Ø  Belajarlah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.



Bimbingan sosial
Bergaul di Lingkungan yang Baru

Bagaimana ya....? nah ini sebagian tipsnya
a.       Menebar senyum
Seperti sabda rosul bahwa senyum itu sedekah atau Ibadah, maka kita mulai memasuki lingkungan baru dengan menebar senyum dengan niat yang tulus dan ikhlas.
b.      Menghafal nama dengan memanggil nama panggilan yang baik
Menghafal nama itu berguna agar tidak salah memanggil orang dan  orang yang kita panggil namanya merasa diperhatikan. Tapi jangan sekali-kali memanggil dengan nama julukan yang tidak mengenakkan orang yang di panggil.
c.       Berjabat tangan ketika bertemu dan berpisah
Berjabat tangan itu akan menghapus dosa dan akan menghilangkan rasa dendam.
d.      Menghargai pendapat orang lain
Perbedaan adalah sesuatu yang indah, jangan mengharapkan orang lain itu selalu sama dengan kita. Ananda bayangkan jika di dunia ini semuanya sama ! ngeri kan...!
e.       memberikan Perhatian
Memberikan perhatian dalam bentuk apapun akan menambah tali persaudaraan semakin kuat.
f.       Jujur
Jujur dalam perbuatan, jujur dalam perkataan, akan dapat mendatangkan kebaikan dan ketenangan.
g.      Selalu berpenampilan dan berprasangka baik
Berpakaian bersih, rapi dan berusaha menghilangkan aroma-aroma yang tidak enak serta berfikiran positif ( positif thinking ) terhadap orang lain.
Kebersihan ( baik jasmani maupun rohani ) adalah sebagian dari iman, dengan berpakaian dan berjiwa yang bersih akan kelihatan indah dan Allah SWT itu menyukai keindahan.

h.      Harus Percaya Diri
Tidak perlu merasa rendah diri, karena setiap orang diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan, karena di mata Allah SWT kita semua sama yang membedakan hanyalah ketaqwaannya. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri harus banyak membaca dan menambah wawasan dan mengikuti perkembangan informasi serta berlatih, berlatih dan berlatih.

Senin, 12 Maret 2012

SATLAN BK BELAJAR


SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
SMPN 1 PABELAN
JL. SALATIGA-BRINGIN Km.8 Kode Pos 50772
 

Kelas                                                     : VII B
Semester/Tahun                              : II/2011-2012
Waktu Pelaksanaan                        : Rabu, 7 Maret 2012
Alokasi Waktu                                   : 1 X 45 menit
Tempat                                                                : Ruang Kelas VII B
Layanan/Bidang Bimbingan         : Penguasaan konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan             : Cara belajar yang efektif
Fungsi Layanan                                 : Pengembangan
A.   Tujuan Khusus                                                            : Siswa dapat meningkatkan cara belajar efektif                
B.    Materi Layanan                                                          : Terlampir
C.    Metode                                                                         : Ceramah dan diskusi
D.   Kegiatan Awal                                                             :
Ø  Guru menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan kegiatan bimbingan
Ø  Guru melakukan kegiatan apersepsi
Ø  Guru menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
Kegiatan Inti
1.       Eksplorasi
Ø  Guru menginformasikan materi  tentang cara belajar yang efekif
Ø  Guru memberikan ceramah tentang cara belajar yang efektif

2.       Elaborasi
Ø  Guru membagi kelompok untuk melakukan diskusi
Ø  Guru memberikan pedoman diskusi tentang  cara belajar yang efektif bagi kelompok
3.       Konfirmasi
Ø  Memberikan kesempatan siswa untuk berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalah yang harus didiskusikan
Ø  Siswa mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan Akhir
Ø  Guru memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
Ø  Guru memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan

E.    Alat dan Media                                                                           : Kertas pedoman diskusi
F.    Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut                                               
v Penilaian Proses:
Ø  Guru mengobservasi proses kegiatan layanan
v Penilaian Hasil
·      Penilaian Laiseg
Ø  Menilai berapa banyak siswa yang mampu memahami materi yang telah diberikan
·      Penilaian Laijapen
Ø  Memberikan penjelasan kembali kepada siswa yang belum memahami materi yang diberikan
·      Penilaian Laijapang
Ø  Memantau perkembangan siswa yang belum mampu melakukan belajar yang efektif
v Tindak Lanjut
Ø  Memberikan layanan konseling pada siswa yang belum mampu melakukan belajar yang efektif
G.   Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung     : Himpunan Data
H.   Sumber                                                                                          :http://www.irfan3.info/2010/01/tips-cara-belajar-yang-baik-bagian-1.html, http://www.dinohp.info/2010/01/cara-belajar-yang-baik-buat-remaja.html, http://yeyennurlinapurnama.blogdetik.com/2009/12/27/cara-belajar-yang-baik/
I.      Biaya                                                                                               : Rp 5.000 ( kertas pedoman diskusi )
J.     Catatan Khusus                                                                          : Konseling perlu dilakukan terapi ....


Salatiga, 7 Maret 2012
Mengetahui
Kepala Sekolah                                                                                                 Perencana Layanan        

_________________                                                                                   _________________






Lampiran 1
MATERI LAYANAN
CARA BELAJAR YANG EFEKTIF :
Ø  membuat ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.
Ø  Rajin mengulang pelajaran. Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.
Ø  Belajar dengan serius dan tekun. Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.
Ø  Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.
Ø  Aktiflah dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.
Ø  Belajar kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.
Ø  Paling efektif jika dilakukan pada waktu subuh dimana suasananya masih tenang hingga bisa lebih kosentrasi dalam memahami pelajaran.
Ø  Usahakan ketika baru bangun tidur jangan langsung belajar, tetapi mencuci muka atau langsung mandi, dan jika beragama islam lakukan sholat subuh terlebih dahulu jangan lupa berdoa agar mendapat ilmu yang bermanfaat.
Ø  Dan lakukan beberapa gerakan badan atau senam kecil seperti menggerak-gerakkan tangan, kaki dan leher secara perlahan agar badan segar. Hal ini agar pikiran mudah menangkap apa yang akan dipelajari karena dgn badan yang segar pikiran mampu mencerna apa yang sedang dipelajari.
Ø  Ciptakan suasana yang kondusif. Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang untuk belajar. Karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman. Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang dan nggak penat dalam belajar.
Ø  Lihat garis besarnya dahulu. Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada. Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari setiap paragrafnya.
Ø  Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan dimanapun kamu berada.
Ø  Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat. Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu. Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun lamanya.
Ø  Belajarlah dengan tekun dan rutin. Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun  hanya belajar jika akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar seperti itu hasilnya juga nggak akan maksimal.
 Lampiran 2
Pedoman Diskusi Kelompok
1.       Apa yang kamu peroleh dari materi yang sudah disampaikan?
2.       Apa yang membuat kamu mampu belajar efektif? (diisi oleh yang berhasil )
3.       Apa yang membuat kamu tidak mampu belajar efektif? (diisi oleh yang belum berhasil )
4.       Bagaimana perasaanmu setelah mendapatkan materi tentang cara belajar yang efektif?
Lampiran 3
Pedoman Observasi
Aspek yang diamati
Jumlah
Siswa  yang mengobrol saat materi disampaikan

Siswa yang bertanya

Siswa yang tidak mampu berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan

Siswa yang berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan

Siswa yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok

Kelompok yang mengungkapkan hasil diskusi

Siswa yang belum berhasil belajar efektif


LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan             : CARA BELAJAR YANG BAIK
Kelas                                                     : VII A SMPN 1 PABELAN
Waktu   Pelaksanaan                       : Rabu, 7 Maret 2012
Hasil
Kegiatan awal    : Pada kegiatan ini pertama-tama melakukan tindakan dengan memastikan semua siswa telah memasuki ruangan dan tidak ada yang berada diluar, kemudian mengkondisikan kelas agar kondusif dengan menenangkan situasi didalam ruangan kelas, memantau apakah siswa sudah siap mengikuti materi yang akan diberikan, selanjutnya mengucapkapkan salam dan mengajak siswa untuk berdo’a, kemudian memeriksa daftar hadir siswa dan mengabsennya. Disini siswa dijelaskan dalam kegiataan ini siswa diharapkan mampu melaksanaakan cara belajar yang efektif untuk menunjang hasil belajar mereka.
Kegiatan inti       :Pada kegiatan ini guru menginformasikan terlebih dahulu point-point  yang digunakan dalam belajar yang efektif dan menjelaskan satu persatu point-point tersebut serta memberikan contoh-contohnya. Selanjutnya membagi jumlah siswa kedalam sebuah kelompok yang berjumlah 5 orang dalam satu kelompok, kemudiaan membagikan pedoman yang akan digunakan dalam diskusi hari ini, memberi kesempatan siswa untuk melakukan diskusi dan mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok mereka masing-masing.
Kegiatan akhir   :Pada kegiatan ini guru merangkum semua hasil yang telah didiskusikan dan dipresentasikan oleh kelompok kemudian membuat kesimpulannya. Selanjutnya menyampaikan harapannya agar siswa mampu memahami apa yang telah disampaikan dan didiskusikan pada hari ini, serta berharap siswa mampu melaksanakan cara belajar yg efektif sehingga prestasi belajar mereka akan meningkat dan membaik.  
Hasil penilaian proses     :kegiatan layanan pada hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apa pun kehadiran siswa mencapai 100% tanpa ada yang tidak hadir pada kegiatan ini, selanjutnya para siswa aktif dalam kegiatan ini mengikuti segala prosedur yang disampaikan. 
Hasil penilaian laiseg       :Pada kegiatan ini penilaian pada siswa yang mampu memahami materi yang disampaikan mencapai 95% siswa mampu memahami materi yang disampaikan bahkan beberapa siswa mampu menciptakan cara baru dalam belajar yang efektif dan sekitar 5% belum memahami.
Hasil penilaian laijapen  :Pada kegiatan ini guru memberikan penjelasan kembali kepada siswa yang belum mampu memahami materi yang disampaikan, selanjutnya melakukan evaluasi lagi sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan, semua siswa mampu memahami materi yang disampaikan hari ini.
Hasil penilaian laijapang                :Pada kegiatan ini guru melakukan koordinasi dengan para guru mata pelajaran untuk mengetahui hasil belajar siswa dan hasilnya sangat bagus dikarenakan semua siswa setelah menerima kegiatan layanan mampu menggunakan cara belajar yang efektif sehingga prestasi meraka meningkat.
Tindak lanjut      :Dikarenakan tidak ada siswa yang mengalami hambatan dalam belajar dan mampu melaksanakaan cara belajar yang efektif sehingga tidak perlu dilakukan proses konseling.