PENGENALAN
PROGRAM
PENJURUSAN
DI SMA
1.
Pendahuluan
Penjurusan diperkenalkan sebagai upaya untuk lebih
mengarahkan siswa berdasarkan minat dan kemampuan akademiknya. pelaksanaan
penjurusan bagi setiap siswa dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI, untuk
penentuan IPA,IPS, dan Bahasa, dilakukan akhir semester 2 (dua) kelas X. Siswa yang mempunyai kemampuan sains dan ilmu eksakta yang baik, biasanya akan memilih jurusan IPA, dan
yang memiliki minat pada sosial dan ekonomi akan memilih jurusan IPS, lalu yang
gemar berbahasa akan memilih Bahasa.
Pengarahan sejak dini ini
dimaksudkan untuk memudahkan siswa memilih bidang ilmu yang akan ditekuninya di
Universitas atau akademi untuk mengarah
kepada karir
mereka masing-masing.
Tetapi penjurusan di tingkat SMA tidak selalu menjamin bahwa seorang siswa akan
memilih bidang studi yang sama di Universitas, karena pada kenyataannya banyak
siswa program IPA yang memilih jurusan Ekonomi, Politik, Hubungan
Internasional, atau siswa jurusan IPS yang memilih program Bahasa. Pemilihan
jurusan yang berbeda dengan bidang ilmu yang ditekuni di SMA tersebut adalah
wajar,
karena usia-usia anak
SMA memang belum bisa memastikan karirnya. Jangankan anak SMA, mahasiswa PT pun
masih mengalami kebimbangan menentukan karirnya setelah lulus. Yang penting
untuk dipikirkan saat ini adalah apakah penjurusan di SMA sudah efektif,
terutama jika dipandang dari sudut kepentingan siswa ? Sebagaimana disebutkan
dalam UU Sisdiknas 2003 tentang tujuan pendidikan menengah, ada 2 arahan yaitu
mempersiapkan siswa ke jenjang PT, dan untuk terjun ke masyarakat (bekerja).
Penjurusan yang ada di SMA saat ini
adalah penjurusan yang mengarah kepada satu tujuan yaitu melanjutkan ke PT.
Penjurusan seperti ini memiliki keterbatasan dalam mengantisipasi kondisi siswa,
karena alasan tertentu banyak siswa
tidak dapat melanjutkan ke PT, dan memilih (terpaksa memilih) untuk langsung
bekerja. Dengan kemampuan yang dipersiapkan untuk melanjutkan ke PT, maka wajar
jika banyak siswa SMA juga mengalami kesulitan ketika bekerja di masyarakat.
Bahkan pekerjaan yang dilakukan barangkali serabutan,dengan prinsip yang
penting bekerja.
2.
Pembahasan
Jurusan Manakah yang perlu dipilih?
ketika belajar di SD ataupun SMP
kita belum mengenal apa yang dinamakan dengan penjurusan. Kita mengenal program
penjurusan baru setelah kita duduk dibangku SMA melalui penjelasan yang
disampaikan oleh guru Bimbingan Konseling di SMA. Program penjurusan bagi peserta didik dimulai pada
semester 1 (satu) kelas XI, untuk penentuan IPA,IPS, Bahasa, dan penilaian dilakukan
di akhir semester 2 (dua) kelas X., ini
merupakan bentuk dari layanan bimbingan konseling yaitu penempatan dan
penyaluran siswa sesuai minat dan bakat serta kemampuan yang dimiliki siswa. Momentum pemilihan jurusan ini bagi
siswa adalah fase
dimana mereka akan memulai untuk mengarahkan karir mereka sesuai dengan
kemampuan serta bakat minat yang mereka inginkan, ada 3
program
penjurusan di SMA yang
kita kenal, yaitu Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS), dan Program Ilmu
Bahasa. Memilih jurusan ini
bukanlah pekerjaan asal-asalan, misalnya seorang siswa memilih IPA hanya karena
menghindari mata pelajaran hafalan atau hanya karena pengaruh dari teman-teman dekat atau pacar, teman atau pacarnya
di IPA lantas ia ikut-ikut juga di IPA. Untuk sampai kepada tataran ideal
tersebut, kita membutuhkan sebuah metode
analisa yang nantinya dapat digunakan untuk membantu kita dalam memperhitungkan
segala sesuatu yang berkaitan dengan keputusan yang akan kita ambil. Salah satu
metode yang ditawarkan kepada anda adalah
analisis SWOT.
v SWOT adalah merupakan akronim dari:
S ( Strong ) :Sesuatu
yang menjadi kelebihan / kekuatan diri siswa
W ( Weaknes ) :Sesuatu
yang menjadi Kekurangan / Kelemahan diri siswa
O ( Opportunity ) :Sesuatu
yang dapat dijadikan suatu penunjang keberhasilan diri siswa
T ( Threat ) :Sesuatu
yang dapat menggagalkan rencana studi siswa
Contoh:
Siswa T menggunakan metoda analisis SWOT pada saat ia menentukan keputusan untuk memilih jurusan IPS. Aspek-aspek yang ada pada dirinya :
Siswa T menggunakan metoda analisis SWOT pada saat ia menentukan keputusan untuk memilih jurusan IPS. Aspek-aspek yang ada pada dirinya :
Ø Potensi kekuatan (Streng);
-suka pada mata pelajaran Sosial (Ekonomi,
Sosiologi, Sejarah,
Geografi)
-hasil belajar semester
1 kelas X termasuk 3 besar
-hasil tes IQ tinggi
dengan kemampuan bakat yang mendukung di IPS
-motivasi belajar tinggi
-motivasi belajar tinggi
Ø Potensi kelemahan (Weeakness)
-tidak menyenangi mata
pelajaran Eksakta/menghitung
-hasil
belajar untuk pelajaran sosial rendah
Ø
Peluang
(Opportunity)
-memiliki fasilitas
belajar yang lengkap
-ketersediaan
buku-buku penunjang
-adanya dukungan orang tua
-mengikuti jam
tambahan
pelajaran di luar sekolah
Ø Potensi ancaman (Threat)
-lingkungan
di rumah
tidak memungkinkan untuk
belajar
secara maksimal
-siswa T tidak pandai memilih teman sehingga kemungkinan terpengaruh
-siswa T tidak pandai memilih teman sehingga kemungkinan terpengaruh
untuk belajar sangat kecil.
-sulit
untuk menyesuaikan waktu istirahat dengan waktu tambahan pelajaran
Pertimbangan yang digunakan di dalam penjurusan agar
factor-faktor “SWOT” yang ada pada diri kita dapat diketahui. Secara
umum, hal yang dipertimbangkan untuk pemilihan jurusan adalah:
1.
Prestasi
belajar/ nilai rapor
2.
Kemungkinan
potensi yang dimiliki (intelegensi, bakat, minat, serta cirri-ciri
kepribadian).
3.
Cita-cita / karier
4.
Hasil konsultasi/konseling dengan guru
Bimbingan Konseling serta pertimbangan dari Wali Kelas dan juga guru mata
pelajaran terkait untuk penguatan.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam
pemilihan jurusan:
1.Program
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Nilai mata pelajaran yang menjadi
ciri program ini seperti; fisika, kimia, biologi, matematika, minimal harus
sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Kemudian hasil tes psikologi; IQ
minimal 100, kemampuan numerical, skolastik, relasi ruang minimal 65 serta
memiliki motivasi diri yang tinggi.
2.Pogram
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Didukung dengan mata pelajaran yang
menjadi ciri program ini seperti: ekonomi, sosiologi, tata negara, antropologi
minimal harus sesuai dengan Standar Ketuntasan Minimal (SKM). Sesungguhnya pada
program IPS ini juga dibutuhkan bakat numerical, verbal serta penalaran yang
tinggi.
3.Program
Bahasa
Untuk program
bahasa juga
harus di dukung dengan mata pelajaran yang menjadi ciri dari program ini
seperti; bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta penambahan bahasa asing lain
seperti Jerman atau Bahasa jepang,
secara keseluruhan harus minimal sesuai dengan KKM. Terkait masalah hasil tes
psikologi pada jurusan ini hendaknya ditunjang dengan kemampuan verbal serta
penalaran yang tinggi.
Tetapi seringkali para siswa
menganggap bahwa siswa-siswa yang ditempatkan pada jurusan IPA adalah merupakan
kumpulan dari anak-anak pintar, sedangkan mereka yang di tempatkan pada jurusan
IPS dan Bahasa memiliki kemampuan yang rendah atau di bawah anak-anak IPA.
Namun perlu juga di ingat bahwa sebetulnya antara IPA, IPS, Bahasa memiliki
karekteristik masing-masing, program yang satu tidak lebih hebat dari program
yang lain.
Siswa dapat dijuruskan Program IPA, IPS,
dan Bahasa harus mempertimbangkan:
- Tes penempatan(Placement test) dengan mengacu pada 4 mata pelajaran: Matematika, Kimia, Geografi dan Ekonomi.
- Jumlah Nilai Rapor Semester I Untuk mata pelajaran IPA dan IPS
- Jumlah SKHUN SMP untuk Mata pelajaran Matematika dan IPA
- Hasil komulatif dari 1,2 dan 3 diperingkat sehingga didapatkan:
Bimbingan
Belajar.
CARA BELAJAR YANG
EFEKTIF :
Ø membuat
ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat
catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat
dibaca di mana pun kita berada.
Ø Rajin
mengulang pelajaran. Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari,
sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.
Ø Belajar
dengan serius dan tekun. Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang
guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku
dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.
Ø Hindari
belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam
suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya
dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya
dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian,
ada baiknya kamu tidur tepat waktu.
Ø Aktiflah
dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru,
teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat
dengan jawabannya.
Ø Belajar
kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan.
Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama
mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.
Ø Paling
efektif jika dilakukan pada waktu subuh dimana suasananya masih tenang hingga
bisa lebih kosentrasi dalam memahami pelajaran.
Ø Usahakan
ketika baru bangun tidur jangan langsung belajar, tetapi mencuci muka atau langsung
mandi, dan jika beragama islam lakukan sholat subuh terlebih dahulu jangan lupa
berdoa agar mendapat ilmu yang bermanfaat.
Ø Dan
lakukan beberapa gerakan badan atau senam kecil seperti menggerak-gerakkan
tangan, kaki dan leher secara perlahan agar badan segar. Hal ini agar pikiran
mudah menangkap apa yang akan dipelajari karena dgn badan yang segar pikiran
mampu mencerna apa yang sedang dipelajari.
Ø Ciptakan suasana yang kondusif.
Dalam belajar, kamu harus menciptakan suasana yang kondusif, nyaman dan tenang
untuk belajar. Karena bagaimanapun jika ingin materi yang kamu pelajari itu
bener-bener masuk ke otakmu, kamu harus tenang dan dalam keadaan yang nyaman.
Sehingga nggak mengganggu konsentrasi. Belajar di luar ruangan mungkin adalah
pilihan yang cukup baik, karena selain lebih fresh, kita juga bisa lebih tenang
dan nggak penat dalam belajar.
Ø Lihat garis besarnya dahulu.
Jika membaca bahan pelajaran yang baru, jangan langsung menceburkan diri
kedalamnya. Kamu bisa lebih meningkatkan pemahaman bila melihat sepintas garis
besarnya. Lihatlah semua subjudul, keterangan gambar dan ringkasan yang ada.
Jik membaca bacaan yang cukup panjang, maka bacalah dahulu kalimat pertama dari
setiap paragrafnya.
Ø Buatlah catatan intisari dari bahan pelajaran
Kalau kamu meringkas materi dari setiap bahan pelajaran ke dalam sebuah catatan
kecil, maka akan sangat membantumu mengingat bahan pelajaran itu. Pada saat
kamu menulisnya, kamu pasti membaca materinya lagi, bener kan? Itu akan
membuatmu cepat hafal materinya. Sebaiknya catatan itu ditulis kedalam buku
kecil atau kertas yang bisa dibawa kemana-mana, sehingga bisa dibaca kapan dan
dimanapun kamu berada.
Ø Berlatihlah tehnik kemampuan mengingat.
Agar lebih mudah kamu ingat sebaiknya materi yang akan kamu hafal itu diubah
menjadi sebuah singkatan atau kata kunci (Mnemonics) dengan formulasi
yang mudah diingat-ingat. Seperti MeJiKuHiBiNiU untuk singkatan-singkatan dari
warna pelangi, yaitu Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.
Walaupun kamu jika menghafal langsung dalam 1 minggu sudah lupa, dengan
menggunakan mnemonics seperti ini kamu bisa ingat sampai puluhan tahun
lamanya.
Ø Belajarlah dengan tekun dan rutin.
Belajar tepat waktu dan serius juga sangat berpengaruh dalam peningkatan
prestasi belajar, apabila kamu jarang belajar maupun hanya belajar jika
akan ada ulangan pasti prestasinya gak akan maksimal. Jadi belajarlah dengan
tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar. Juga jangan belajar dengan
tergesa-gesa pada hari terakhir sebelum ulangan, cara belajar seperti itu
hasilnya juga nggak akan maksimal.
Bimbingan sosial
Bergaul di
Lingkungan yang Baru
Bagaimana ya....? nah ini sebagian tipsnya
a.
Menebar
senyum
Seperti sabda rosul bahwa
senyum itu sedekah atau Ibadah, maka kita mulai memasuki lingkungan baru dengan
menebar senyum dengan niat yang tulus dan ikhlas.
b.
Menghafal
nama dengan memanggil nama panggilan yang baik
Menghafal nama itu berguna agar
tidak salah memanggil orang dan orang
yang kita panggil namanya merasa diperhatikan. Tapi jangan sekali-kali
memanggil dengan nama julukan yang tidak mengenakkan orang yang di panggil.
c.
Berjabat
tangan ketika bertemu dan berpisah
Berjabat tangan itu akan
menghapus dosa dan akan menghilangkan rasa dendam.
d.
Menghargai
pendapat orang lain
Perbedaan adalah sesuatu yang
indah, jangan mengharapkan orang lain itu selalu sama dengan kita. Ananda
bayangkan jika di dunia ini semuanya sama ! ngeri kan...!
e.
memberikan Perhatian
Memberikan perhatian dalam
bentuk apapun akan menambah tali persaudaraan semakin kuat.
f.
Jujur
Jujur dalam perbuatan, jujur
dalam perkataan, akan dapat mendatangkan kebaikan dan ketenangan.
g.
Selalu
berpenampilan dan berprasangka baik
Berpakaian bersih, rapi dan
berusaha menghilangkan aroma-aroma yang tidak enak serta berfikiran positif (
positif thinking ) terhadap orang lain.
Kebersihan ( baik jasmani
maupun rohani ) adalah sebagian dari iman, dengan berpakaian dan berjiwa yang
bersih akan kelihatan indah dan Allah SWT itu menyukai keindahan.
h.
Harus
Percaya Diri
Tidak perlu merasa rendah diri,
karena setiap orang diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan, karena
di mata Allah SWT kita semua sama yang membedakan hanyalah
ketaqwaannya. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri harus banyak membaca dan
menambah wawasan dan mengikuti perkembangan informasi serta berlatih, berlatih
dan berlatih.